Semesta Melata Tak Tertata

Semesta menyajikan segala tanya tanpa jawab yang tak dapat kuterka.
Walau sebagian, maupun penuh, tetap saja tidak ada petunjuk yang dapat mengarahkan kemana aku harus merujuk dan bahkan tunduk.

Karena semesta lebih besar atas sebuah pandang mata, dan barisan tutur kata.

Semesta dengan sengajanya membesar; mungkin dikarenakan kita yang mengecil dan semakin tersasar.
Terbutakan oleh materi, dan tertahan laju beragam komoditi sehingga sulit tuk berlari.

Semesta adalah wadah luar biasa megah atas kehidupan kalian yang tanpa arah.

Semesta adalah akhir tujuan, dan awal pilihan.
Tebang pilih atas naluri-naluri yang tersisihkan.

Aku berada dipinggiran semesta dengan tangan menunjuk ke tengahnya sembari tertunduk.
Menghakimi diri atas fungsiku yang diungsi entah kemana ku harus kutangisi.

Namun tetap saja, tak ada jawab atas arahku, juga arah kalian.
Karena jawab kalian adalah relatif di segala suatu yang nyata di semesta; mengecoh indramu, dan memperdayaimu.

Karena mata yang berbicara, dan telinga yang mendengar segala rasa di hati kalian, hingga kemudian berlarian.

Tuhan saja bimbang, tuhan saja gamang.

Karena tuhan adalah perwujudan kalian, dan semesta adalah siapa saja yang dapat menang dan berada dinyana.

Dan kemudian semesta akan menjemputku kembali, menjadikanku bagiannya yang berkelana tanpa nyali.

Karena aku takut, takut atas keberanianku hidup.
Bunuh saja selagi aku belum bernafas.
Cabut saja kembalikan diriku selagi hubungan interkoneksi atas kedua belah kelamin yang berbeda jenis mulai beraksi.

Padamkan niatnya.

Karena aku tak sanggup hidup atas segala pengetahuanmu, oh semesta yang bersinggungan di dalamku, diluarku, dan denganku.

Pancung dan jangan lupa acungkan tangan ketika hendak bertanya.
Sambung dan selalu ingat tuk terus mengisi lambung dengan seluruh informasi yang akan kau cerna, dan kau resapi segala maknanya.

Ketidaktahuan kalian yang tidak mengtahui adalah sebuah anugerah.
Dan pengetahuan adalah manifestasi atas segala hal terkutuk dan begitu terarah.

Nyata, aku hanya ingin lupa, semesta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s