Derit Benci Yang Tidak Irit

Dan kulihat kalian menggeser makna baik, dan membuatku tertarik – karena apa yang menjadikan kalian layaknya seonggok tahik.

Dalam konteks baik yang kalian lihat, hanyalah sebuah bongkah omong kosong penuh intrik yang menggelitik, dan tak pernah membuatku melirik.

Silakan tuduh aku sirik, namun ku tetap mengumpat dengan jujur dan berisik.
Silakan sidang aku yang tak pantas diundang, namun ku tetap menghadang dengan lantang nan tenang.

Kalian mendefinisikan yang bukan kalian; kalian yang menghakimi diluar persidangan atas kalian – dan diluar kalian.
Kalian memerdekakan diri kalian sendiri atas umpan pekikan, dan perkataan yang memenjerakan yang lain selain kalian.

Dan aku akan menertawakan segala hal yang kalian lebih-lebihkan. Atas manifestasi rasa kemanusiaan kalian dan atas nama komunitas yang tak pantas. Kalianlah sebuah fondasi yang telah basi namun tetap dianggap sebagai asupan pangan yang penuh angan; dan segala hal telah menjadi gurat keriput lubang di lubang anal.

Dan kemudian mulut kalian mengerucut; menunjuk-nunjuk yang lain seolah kalian yang menuntut kebenaran yang patut.
Namun dengan pintarnya, bodohnya kalian menjadikan yang lain menjadi sedemikian lebih pintar dari kalian.

Mengertikah kalian?

Kalian yang tidak sederhana. Kalian yang bersenjatakan bencana berbalut wacana.
Sudahlah, ayo bercanda saja tak perlu sebegitu seriusnya bertanya dan malah tak berguna.

Kasihannya, diluar sana masih banyak yang seperti kalian. Yang menjual nilai dan mengobral norma utopis; menyelenggarakan baazar atas konsep kebanggaan yang semu, dan tetap saja, kalian berkoar-koar tak tahu malu nan tak jemu-jemu.

Sudahlah, kiamat kan datang dan yang pertama kali hancur adalah struktur vertikal yang terpimpin dan yang terlacur. Karena apa yang diperjuangkan oleh kalian adalah perjuangan yang hanya angan. Perjuangan atas suatu yang tak nyata dan tak terihat mata. Sungguh disayangkan, kalianlah yang harusnya memperjuangkan kalian sendiri yang tak bisa berdiri sendiri. Mencari teman layaknya penis yang kehilangan biji – berereksi namun tak mampu membuahi.

Berkostum revolusi, berjiwa masturbasi.

Aku butuh nilai yang nyata.

Aku butuh wacana atas nilai kemanusiaan yang nyata, dan penuh belas kasihan; dan intinya aku tidak butuh kalian.
Aku butuh bentuk interaksi yang nyata, dan berasas atas aksi reaksi yang alami dan sempurna disegala sisi; bukan sebuah manifestasi atas wacana yang lapuk dan mengutuk semua diluar kalian sebagai individu yang kurang pantas dikasihi.

Kalianlah bentuk intervensi yang paling menjijikan.

Menjijikan karena sungguh tidak bergunanya apa yang kalian bawa, dan sungguh tidak ada esensinya atas apa yang kalian gaungkan, dendangkan, dan teriakkan dengan lantang.

Kalian adalah kelompok yang kusesalkan, kelompok yang kusayangkan tidak lagi kusayang.
Karena kalian menjual cinta tulus dengan kepentingan yang menusuk terhunus hingga ujung anus.
Karena kalian terlalu mengobral, sibuk berkomoditas, dan akhirnya terhempas.

Sampai jumpa di ujung neraka yang terkelam, atau di jurang surga yang paling benderang – sampai dibutakan kalian oleh cahayanya dan menjadi malam selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s