MLM: Multi Layer Metropolitan

Jaringan tata kota merupakan jaringan penuh kolesterol jenuh dan pekik seru ‘kontol’ pada satuan meter benci yang paling ampuh. Metropolitan adalah simbol terkini dari sikap kesetanan dan segala kendali liar tak beralasan.

Di segala hujan dan ketika tertutup awan, metropolitan adalah miniatur kecil arena tarung yang tidak bernurani; ia beremulsi atas ambisi, dan mengasimilasi masing-masing ego individu di dalamnya; menjadi ruang atas bibit benih segala bentuk pemberontakan muda yang tak kenal reda.

Dan di semua cita-cita yang dianut oleh sang kota tercinta, hamparan harap tersebut hanyalah pengalihan terburuk atas realita; dan kita, sebagai mata didalamnya, merasa kurang cukup dibutakan oleh polutan kendaraan tanpa perasaan yang dikendarai oleh budak sistem kejar setoran – yang menghilangkan semua kemungkinan moral atas pengguna jalan lain yang merasa dipinggirkan.

Lalu, seperti bentuk kota lainnya; dengan slogan mimpi yang penuh semangat dan diucapkan dengan berapi-api, metropolitan kini hanyalah teras atas sebuah rumah besar penuh jiwa-jiwa yang mengeras. Ia ditopang oleh pilar-pilar terdiri dari tumpukan manusia yang dikategorikan dalam golongan menengah ke bawah menurut orang-orang yang menggolongkan diri sebagai orang-orang dalam golongan menengah ke atas.

Metropolitan adalah sebuah segitiga ekosistem, dengan pria-pria tambun berjas sebagai predator yang jelas memangsa dengan buas dan penuh kenikmatan tanpa memikirkan karma yang terbalas atas perbuataannya yang naas. Sedangkan mereka yang datang tanpa jaminan, adalah kelinci-kelinci yang tak bertungkai kaki, tak bisa lari, apalagi sekedar menyenangkan kelinci lainnya dengan menari; mereka mudah dimangsa, dan bahkan memangsa sesama, hingga menjual harga nyawa demi sebuah sarana penyambung nadi.

Metropolitan adalah sebuah pelarian atas jiwa-jiwa yang haus akan makna ketuhanan. Mereka menciptakan peraturan agar terus menjadi tuhan bagi sesama. Mereka tidak ingin tersentuh, tidak ingin terlihat; namun karya ciptanya, mencipta kutuk bagi yang lain; meminta bentuk yang pasti atas pemujaan-pemujaan terselubungnya.

Tak dinyana, metropolitan adalah sebuah sarana simulasi bencana di neraka; sebuah wahana yang tidak akan pernah disadari oleh tuhan sekalipun.

Lalu metropolitan menjadi contoh bagi calon-calon metro lainnya. Inilah yang dinamakan MLM kemudian, multi layer metropolitan; menciptakan neraka tanpa usaha, dengan sistem passive income, mendatangkan derita dengan membuang-buang pahala.

Dan terakhir, metropolitan tidak mengenal belas kasihan. Metropolitan tidak mengenal kalian juga tentunya. Ia ingin dikenal tanpa harus mengenal kalian. Jika kalian berusaha tuk dikenal, kalian akan disodomi dengan simbol tugu yang terkenal.

Dalam metropolitan, terdapat umpatan.
Dalam metropolitan, terdapat pujian.
Dalam metropolitan, terdapat sebuah pesan: “Salah sendiri.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s