Side B – Kamu 

Kepada kamu,

Kamu sebuah tujuan.
Memberiku alasan atas segala yang kupertanyakan.

Kamu adalah kiasan.
Sebuah cita yang kunanti dan layak menjadi cerita.

Kamu membuatku.
Melakukan segala yang layaknya aku, tanpa harus mempertanyakan segala yang berlaku.

Kamu mendengarku.
Dalam tiap kata baris cerita dan segala untai diksi yang nyata, aku ingin meluangkan kisah sebagai bekal dekapmu kala gulita.

Kamu ambisiku.
Aku ingin dan aku tak mau yang lain, karena aku sudah letih mengejar segala yang mungkin. Mungkin saja, kamu bukan ekspektasiku… mungkin saja, kamu tuju pelengkapku. Karena kamu ambisiku.

Kamu melihatku.
Setiap balik bayang yang menutupi pandang, aku rela kamu terawang. Aku persilakan kamu masuk di tiap tatap yang tertukar, di tiap kelebat yang menghantar. Karena kamu satu tatapku.

Kamu yang terakhir.
Membuatku ingin berhenti berfikir. Menyerahkan segala dalam ikhlas yang tak berujung akhir. Karena kamu, aku ingin berakhir. Dalam sebuah titik nadir yang saling menyingkap hadir. Satu sama lain dalam jalinan ikatan takdir. Semoga temu akan jadi sarana jumpa yang tak jemu untuk kamu tamui dan sejenak hadir.

Kamu yang pertama.
Dalam mengakhiri segala tanya. Semoga menghiasi segala nuansa. Dan aku tak hanya ingin menyata dalam sebuah detik detak semesta. Aku mau berhenti saja, karena kamu yang pertama untuk aku jadikan akhir tujuku.

Walau sekian waktu adanya, aku telah jatuh dalam di dalam kamu adanya.

Semoga Kamu, duhai titik pelita dalam gulita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s