The Sins V: Luxuria

Ialah tujuan pandang dalam rangka menjadi terdepan. Merayu, meramu menjamu hasrat dan melepas jerat.

Ia goda dalam dada, dan berada ada, nyata melebihi nilai jual benda.

Ia mengerat dalam desah, dan kesah yang indah. Lalu berdansa dengan asa untuk melupakan seluruh cita, dan berujung pada titik puncak atas rasa.

Ia menjadi tujuan yang menjadi-jadi seraya ia mengajak tiap alur nadi untuk mengalir pada satu tujuan yang getir; dan berpusar berpusat memusatkan birahi yang meninggi, dalam nampan saji panorama luar maupun dalam sebuah fantasi, yang seolah ada menunjukkan pembatas jalan dan arah tujuan intuisi.

…dan kembali pada hati yang menjadi anti materi, membutakan, dan dimari-mari, ayo kemari, mengajak bergerak tanpa melihat burung gagak yang tegak berpijak, di ujung dahi kalian para pengecap kelamin yang berbau jarak.

Mungkin variabel atas kelamin dan permainan gejolak hormon hanya menjadi sebuah variabel dependen dalam sebuah permainan kolektif yang seduktif.

Pada dasarnya ia hanya menjadi terang yang terlalu benderang, jadinya tegang, dan gelap lalu hilang ada dimana?

Pada dasarnya ia adalah sebuah ajakan tanpa desir detak gerakan, yang mengelektrikkan seluruh serabut syaraf kalian, wahai para pemburu rasa puas yang terhunus, terbujur tertusuk dengan isi organ yang akan nantinya diperjual belikan, dalam suatu sistem ekonomi balas jasa yang luas di lain dunia sebagai wahana ampas.

Ia berseru atas nafsu yang menderu mengisi selalu.

Ia bergelimang gamang yang mencekam membuai kencang.

Ia berpose bagai klise yang mengajak mendecak kolase.

Ia sebuah rangkai tangkai bunga berbau durja dan jelaga di kelenjar hulu yang kurang terajar.

Mengajar arti indah dan buai terparah yang melebih sebilah sisa puing besi berbalur nanah.

Ayo kemari, ia akan kempit dan menyempit.
Lekit legit namun pahit.

Ia adalah seminari yang mematri wacana di kesadaran kolektif para adiktif yang seduktif mengorbankan nilai jualnya pada sejumput kotoran dan bukti gelaran.

Menggelar pentas pora pesta godaan.

Menggelar selebrasi yang mengabitrasi dan mendegradasi moral.

Cinta sudah jauh ketika hanya bermain mata.

Pinta sudah berlayar sauh ketika hanya berizin semata.

Jemput saja agar bersambut. Bertaut jembut. Setidaknya gayung telah bersambut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s