The Sins III: Acedia

Dengan semua kejadian, aku hanya berada di awal kata niat yang mengejan. Namun kejadian tak kunjung terlaksana hanya rencana dan cuma angan yang merana.

Aku lelah pada awal dan tak mau bergerak mencari gerak, karena ku tak mau mengarah pada satu arah yang mengadah kesana, ke tempat dimana cerah hanya cuma menjadi pengering darah, tercampur dengan peluh keluh padahal belum mulai sudah saja begitu mengaduh-aduh.

Ah, aku hanya tidak ingin beringin dan berlayar pada angin yang membawa hembusan niat yang beriring menjadi dingin.

Dan dimana aku bergerak, hanyalah momen yang tergerak, namun tanpa hasil yang berderak mengundang decak.

Hanya aku berniat agar aku sama sekali tak memilikinya.

Menghabisi amanat dengan tekat bulat, tidak cekat dan jauh melaknat.

Aku hanya tidak ingin.

 

Inginnya, aku tidak ingin rencana.

Inginnya aku tidak ingin wacana.

Padahal kedua hal tersebut adalah hasil cuci otak dari bencana.

Bencana yang mencerna mimpi dan upaya. Dan hanya menyisakan ampas buangan angin yang menolak mengaklamasi seluruh cita-citamu dengan enteng.

Pret.

Tapi tetap, aku berminat menjadikan tujuku layaknya tebing yang longsor, mengatributkan dengan bencana yang kotor.

Karena aku ingin, membencanakan segala tanpa agenda.

Karena aku tak beragenda, akulah yang berperan menjadi bencana.

Namun tetap berlandaskan ingin yang telah kandas.

Ogah, mungkin cocok menjadi wadah makna ingin yang sulit ditelaah.

Hanya karena tidak ingin saja, ogah jadinya.

Maafkan aku, sang pemilik… Aku hanya tidak ingin pelik.

Tak seberapa dosaku atas delik lain, yang membuatmu selalu menghitung semua detik yang tergelak menjentik-jentikkan jarinya yang lentik. Namun nyatanya, segala merupakan bisik yang licik.

Aku tidak ingin, bukannya aku tak punya kekuatan untuk menyebutkan amin.

Aku hanya ingin menjadi anonim netral ditengah, yang tak berkeinginan, tak bertujuan, namun tetap menjadi poros, di pusat niat yang giat memberikan energi secara kilat untuk selalu tidak bergerak.

 

Stagnansi tanpa empati. Menghakimi dengan segala simpati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s